Citra pariwisata Kintamani kini tak lagi berjaya seperti pada tahun 90-an lalu. Pada saat itu, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan sejuk ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sehingga menyebabkan tumbuhnya pusat-pusat pengembangan bisnis pariwisata di kawasan ini.

Namun, sejalan dengan perkembangan yang terjadi, serta indikasi makin menurunnya kesadaran warga untuk menjaga citra pariwisata, kini kondisi tersebut nyaris hilang. Menjamurnya bangunan melanggar sempadan jurang maupun jalan, serta penataan Kintamani yang belum sesuai dengan harapan menyebabkan citra pariwisata Kintamani mengalami penurunan. Kondisi ini juga berdampak pada anjloknya jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan ini.

Untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Kintamani seperti tahun-tahun sebelumnya, sangat diharapkan agar seluruh komponen masyarakat Kintamani dilibatkan dalam pengelolaan Kintamani agar citra pariwisata Kintamani sekitar tahun 90-an kembali bisa dirasakan. Peran serta komponen masyarakat termasuk stakeholder lainnya sangat penting dalam mengembangkan potensi wisata di Kintamani. Selama ini ada kesan pengelolaan wisata Kintamani jalan sendiri-sendiri, sehingga kurang memperoleh dukungan dari stakeholder lainnya. Ke depan, ini harus segera diperbaiki.

Sementara itu, untuk ke depan kini memerlukan paradigma baru untuk mengembangkan kawasan Kintamani sebagai salah satu destinasi wisata terkenal, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah masalah tata ruang yang dimiliki Kintamani. Jadi jika tata ruang belum ada, maka akan sangat sulit untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Leave a Reply

Please insert the signs in the image: