Promosi kepariwisataan Bali yang dilakukan pemerintah propinsi bersama para komponen yang bergerak di sektor perpelancongan, masih sangat lemah terutama ke negeri yang potensial memasok wisatawan.

Promosi ke negeri yang potensial memasok wisatawan masih lemah, sehingga menuntut untuk dilakukan peningkatan di masa mendatang. Sementara itu, turis asing yang berlibur ke pulau ini masih didominasi oleh pelancong asal Asia Pasifik dengan lama tinggal yang relatif pendek.

Masyarakat internasional yang datang langsung ke Bali sekitar 58,5 persen berasal dari Asia Pasifik, seperti masyarakat Australia, Korea Selatan, Taiwan, Cina dan Jepang.

Sehubungan dengan itu, diharapkan pelancong asal negara yang jaraknya cukup jauh seperti Eropa, Afrika dan Amerika Serikat, dapat ditingkatkan kedatangannya ke Bali. Itu dapat ditingkatkan, asalkan lebih gencar melakukan promosi kepariwisataan ke negara-negara tersebut.

Kedatangan turis asing ke Bali lima bulan pertama 2010 misalnya, tercatat 926.454 orang. Dari jumlah itu, 542.619 orang atau 58.57 persen di antaranya berasal dari negara di kawasan Asia Pasifik, sementara turis AS hanya 45.165 orang atau 4.88 persen. Masyarakat Eropa yang melakukan perjalanan wisata sambil menikmati keindahan alam dan adat istiadat serta kehidupan masyarakat Bali, mencapai 230.332 orang atau sekitar 24.86 persen dari semua turis asing ke Bali.

Kegiatan promosi kepariwisataan mulai berkurang, sehingga perlu jalan keluarnya supaya promosi kepariwisataan Bali tetap ada ke kantong-kantong pariwisata dunia bahwa Bali itu layak dikunjungi.

Di samping promosi tetap harus gencar, kualitas pelayanan juga harus ditingkatkan sejak turis itu menginjakkan kaki di Bandara Ngurah Rai, serta di hotel tempatnya menginap dan dalam perjalanan selama berada di Pulau Dewata.

Leave a Reply

Please insert the signs in the image: