Archive for the ‘Mobil Sewa Bali’ Category
Gemerlap pariwisata Bali mengundang usaha pendukungnya. Jasa angkutan menjadi salah satu sektor usaha yang kian marak. Banyak jasa angkutan dan penyewaan kendaraan yang bodong. Bahkan, disinyalir kini banyak angkutan pariwisata mewah bodong juga beroperasi.
Kini banyak layanan jasa angkutan yang mengoperasikan kendaraan mewah seperti limosine. Mereka beroperasi tidak memiliki izin alias bodong. Angkutan mewah bodong ini tentu saja sangat merugikan angkutan resmi dan pemerintah.
Kendaraan mewah ini kebanyakan berasal dari luar Bali dan menggunakan plat hitam. Mereka menyamarkan praktiknya tersebut seperti kendaraan pribadi. Bisa dibayangkan berapa besar hilangnya pendapatan daerah dari praktik ilegal seperti ini. Praktik seperti ini harus segera ditertibkan.
Adapun jumlah kendaraan sewa di Bali yang memiliki izin berjumlah 4.444 kendaraan, namun jumlah kendaraan sewa yang ilegal jumlahnya jauh lebih banyak. Kita perkirakan jumlah kendaraan ilegal bisa mencapai angka 200 persen dari yang resmi.
Misalkan, kendaraan sewa di sektor pariwisata, jika ada 1.600 vila dan tiap vila dilayani oleh 2 kendaraan sewa, berarti jumlahnya saja sudah 3.200. Belum lagi kendaraan sewa yang beroperasi di jalan-jalan dan hotel. Tim yustisi yang dibentuk gubernur dalam tahap awal baru menyasar taksi di Bali, namun selanjutnya akan beralih ke penataan angkutan wisata.
Diharapkan dengan penataan angkutan di Bali dengan baik akan tercipta sistem angkutan yang lebih baik. Jasa angkutan harus memenuhi standar layanan yang baik serta adanya persaingan yang makin sehat di antara penyedia jasa angkutan.
Adanya upaya pemerintah membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan roda dua, mendapatkan tanggapan dari pengelola angkutan pariwisata. Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) mengatakan, pemerintah bisa saja membatasi penggunaan BBM bagi angkutan roda dua termasuk kendaraan mewah, tetapi angkutan pariwisata masih memerlukan BBM bersubsidi karena merupakan transportasi publik bagi masyarakat dan wisatawan.
Diharapkan agar pemerintah perlu memperjelas pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk jenis kendaraan apa saja. Kendaraan pribadi yang berkelas mewah dan ber-cc besar mungkin sangat wajar diberikan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Hanya saja, angkutan pariwisata termasuk angkutan sewa masih sangat membutuhkan BBM bersubsidi.
Angkutan pariwisata dan angkutan sewa merupakan bagian dari angkutan umum tanpa trayek. Dalam operasional angkutan pariwisata, biaya BBM mengambil 30-40 persen dari total biaya operasional.
Jika pemerintah juga berencana membatasi penggunaan BBM bersubsidi untuk angkutan umum, hal tersebut tentunya akan sangat dikeluhkan pengusaha angkutan pariwisata di Bali. Dampak dari pembatasan penggunanaan BBM bersubsidi ini akan membatasi ruang gerak angkutan pariwisata. Bahkan, jika BBM untuk angkutan umum tidak disubsidi lagi akan berdampak pada kenaikan biaya BBM pada angkutan pariwisata.
Kenaikan biaya BBM pada angkutan pariwisata ini akan mendorong kenaikan tarif angkutan pariwisata termasuk angkutan sewa. Kenaikan tarif angkutan pariwisata otomatis akan menambah biaya paket tour dari biro perjalanan wisata (BPW) di Bali.
Selain itu, untuk setiap kenaikan komponen biaya tour termasuk biaya transportasi, mesti disampaikan jauh hari kepada biro perjalanan wisata (BPW). Ini dikarenakan, BPW menjual paket tour ini sudah beberapa bulan sebelumnya.
Dengan adanya dampak kenaikan biaya BBM akibat pencabutan subsidi BBM biaya paket tour ini juga wajib direvisi. Kenaikan biaya paket tour akibat kenaikan biaya transportasi secara mendadak ini, akan sangat dikeluhkan calon wisatawan. Peningkatan biaya paket tour juga akan mengurangi daya saing paket tour di Bali dengan paket tour kawasan wisata lain. Jika paket tour ini dijual terlalu mahal akan mengurangi animo wisatawan untuk berlibur ke Bali.
Sementara itu, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan bermotor akan mengoptimalkan pemanfaatan angkutan Sarbagita di Bali yang telah dirancang pemerintah. Masyarakat juga bisa optimal menggunakan angkutan pariwisata untuk kegiatan tour /liburan, kegiatan persembahyangan, dan kegiatan upacara adat lainnya.
Selain itu, masyarakat yang sebelumnya menggunakan kendaraan bermotor atau kendaraan pribadi bisa memanfaatkan kendaraan umum. Ini termasuk mendorong pengoperasian angkutan pariwisata tidak hanya untuk transportasi wisatawan tetapi juga untuk transportasi masyarakat secara umum. Data jumlah armada bus pariwisata yang tercatat di Pawiba sebanyak 900 unit. Seluruh armada angkutan pariwisata ini bisa dimanfaatkan masyarakat lokal dan wisatawan untuk sarana transportasi untuk mengunjungi objek wisata, tempat persembahyangan termasuk keperluan lainnya.
Mobil-mobil yang ada sekarang sebagian besar tentunya sudah diasuransikan, apalagi mereka yang membeli mobil dengan cara leasing (kredit). ”Karena itu, pelanggan bengkel body repair Daihatsu sekitar 90 persen adalah perusahaan asuransi,” ujar Head Denpasar Branch sebuah dealer Daihatsu di Denpasar, Selasa (23/2) lalu.
Menurutnya, pihaknya masih menyayangkan ada sebagian pemilik mobil keluaran terbaru yang tidak mengasuransikan kendaraannya, sehingga pada saat mengalami kecelakaan, pemilik mobil yang menanggung semua biayanya. “Di tempat kami ada kendaraan Daihatsu Xenia dan Terios yang mengalami kecelakaan cukup parah, tanpa diasuransikan, sehingga biaya perbaikan yang mencapai Rp 42 juta ditanggung sendiri oleh pemiliknya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, padahal premi untuk ikut program asuransi biayanya hanya sekitar Rp 3 juta – Rp 4 juta saja per tahun, sehingga sangat disayangkan pemilik mobil tidak mengasuransikan kendaraan kesayangannya. Disinggung mengenai usaha bengkel body repair Daihatsu, katanya, tetap memiliki prospek yang cerah. Pasalnya, setiap kendaraan pasti memerlukan perbaikan body. Karena itu, meski krisis masih terasa, usaha body repair bisa dibilang termasuk salah satu usaha yang stabil. Apalagi, dengan peralatan yang lengkap dan modern, Dealer Daihatsu di Denpasar ini, siap memperbaiki kerusakan pada kendaraan konsumen. “Kami siap menangani mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan parah yang membutuhkan reparasi khusus melalui bengkel body repair kami dengan kualitas terjamin, serta dengan hasil standar pabrik,” katanya.
“Di bengkel body repair Daihatsu ini, kami menggunakan peralatan dan teknologi yang modern dengan didukung tenaga ahli yang berpengalaman,” Kepala Bengkelnya.Misalnya, paint mixing colour di laboratorium ini, pencarian warna cat dilakukan dengan bantuan komputer sehingga diperoleh hasil akurat sesuai warna yang dikehendaki. Sebab, warna merupakan bagian penting untuk penampilan mobil.
Selain teknologi paint mixing colour diterapkan, Daihatsu juga menerapkan spray booth , yakni Daihatsu memiliki ruang pengecatan yang kedap debu. Menjamin hasil pengecatan yang mulus, bebas bercak dan partikel-partikel kecil lain yang dapat merusak daya tahan cat serta penampilan mobil.
Sementara tingkat penyelesaiannya tidak terlalu lama dan tergolong cepat dibanding yang lain. “Misalnya pengerjaan per panel hanya 1 x 24 jam, sementara pengerjaan total body mobil sekitar 15 hari selesai,” katanya. Pihaknya menjamin, bagaimana pun kondisi kendaraan konsumen ketika masuk bengkel, pihaknya jamin keluar dalam keadaan mulus kembali seperti kondisi semula dari pabrik.
Disinggung mengenai biaya body repair ini, kata Suluh, bervariasi tergantung jenis dan ukuran mobil. Misalnya, untuk body repair per panel (pintu atau bemper) biayanya sekitar Rp 700.000 per unit, sedangkan total body repair biayanya mulai Rp 7 juta per unit.
Toyota akan menghentikan sementara atau menangguhkan produksi mobil Lexus HS250h dan Sai hibrida pada akhir pekan setelah mengumumkan penarikan kembali ratusan ribu kendaraan hibrida secara global.
Demikian dikatakan juru bicara perusahaan tersebut, Rabu (10/2) lalu.
“Perusahaan akan berhenti memproduksi dua model mulai Sabtu hingga 20 Februari,” katanya.
Perusahaan memperluas penarikan kembali secara global menjadi lebih dari 400.000 mobil Prius dan model hibrida bensin-listrik lainnya. Produsen mobil terbesar di dunia itu, kini telah berjanji untuk memperbaiki 8,7 juta kendaraan di seluruh dunia.
Langkah tersebut mencakup Prius bensin-listrik terbaru serta plug-in Prius, sedan dan Sai Lexus HS250h.
”Perusahaan akan menghentikan penjualan HS250h Sai dan Lexus di Jepang, sementara pihaknya bekerja pada bagaimana untuk memperbaiki mereka,” katanya.
“Begitu kami memutuskan kapan tepatnya kami bisa membuat perubahan (untuk kendaraan), kami akan memutuskan kapan untuk melanjutkan produksi. Kami telah menyesuaikan produksi kami karena kami tidak bisa menjual model-model tersebut bahkan jika kami membuatnya,” katanya.
Dealer Toyota di Jepang telah mulai memperbaiki masalah software yang dapat membuat rem lambat untuk merespons pada Prius generasi ketiga, hibrida utama perusahaan.
Sebagian pengemudi angkutan taksi di Bali belakangan ini menerapkan argo tembak dan argo mulut (tanpa argo resmi) kepada penumpang tanpa menghitung beban biaya yang ditetapkan operator. Penumpang termasuk wisatan jadi korban. Perbuatan sopir taksi tersebut bisa merusak citra pariwisata Bali. Apa yang harus dilakukan?
Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Bali hingga saat ini cukup banyak memperoleh keluhan dari konsumen terhadap angkutan taksi di daerah ini yang menggunakan argo diluar aturan pemerintah (argo tembak dan argo mulut).
”Hampir setiap hari kami memperoleh keluhan dari masyarakat terhadap sopir taksi nakal, sehingga perlu diberikan tindakan tegas. Kami mengharapkan agar argo taksi di tera ulang secara berkala,” ujar ujar Ketua LPK Bali.
Pihaknya mengharapkan, Dinas Perhubungan (Disbub) Bali, melalui badan Metrologi melakukan tera ulang argo taksi secara berkala, karena banyak laporan merugikan masyarakat. Lanjutnya, tera ulang tersebut merupakan keharusan untuk dijalankan pemilik taksi. Karena sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen.
“Setiap alat ukur, takaran dan alat ukur lainnya wajib ditera ulang oleh badan Metrologi. Terlebih alat ukur yang dipergunakan untuk kebutuhan konsumen atau masyarakat,” ungkapnya.
Tera ulang argo taksi, katanya, minimal dilakukan setiap tiga bulan sekali, dan jika ditemukan ada permainan sepihak pada penetapan tarif, izin usaha taksi bisa dicabut dan pengemudi bisa dipidanakan.
“Tindakan pihak taksi yang melakukan penerapan tarif sepihak bisa diproses hukum, karena telah terjadi unsur penipuan,” jelasnya.
Pemerintah daerah melalui Dishub, harus tegas terhadap pemilik kendaraan taksi di Bali, agar tidak menimbulkan persoalan negatif bagi kepentingan daerah.
Dengan sistem argo tembak yang ada saat ini, katanya, sebetulnya masyarakat sudah sangat dirugikan, apalagi kebanyakan sopir taksi tidak menggunakan argo. Taksi yang tidak menggunakan argo tergolong kategori taksi gelap.
Selain itu, sistem taksi yang ada saat ini sudah seharusnya diperbaharui. Pasalnya, tidak jelasnya sistem penetapan ongkos taksi bisa berdampak kurang baik bagi dunia Pariwisata Bali.
Sementara itu, Ketua Koperasi sebuah Jasa Angkutan Taxi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya tetap mengadakan tera ulang argo taksi secara berkala, yakni minimal 6 bulan sekali.
‘’Kami menerapkan sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melanggar aturan agar citra taksi tidak merosot di mata penumpang,” katanya.
Misalnya, tarif resminya mulai membuka pintu taksi Rp 5.000 dan tarif argonya Rp 4.000/km. “Hingga saat ini kami belum bisa menurunkan tarif, sebab tidak hanya harga BBM saja yang menentukan besaran tarif taksi, melainkan juga komponen lainnya seperti suku cadang yang harganya terus melambung, yakni rata-rata naik hingga 15 persen saat ini,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pengusaha angkutan taksi belakangan ini menghadapi situasi yang dilematis, sehingga masih bertahan dengan tarif lama.
Ia menegaskan, pendapatan sopir taksi belakangan ini sangat kecil. Persaingan di kalangan operator taksi juga makin ketat. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya melakukan berbagai upaya agar tetap eksis di tengah persaingan yang ketat. Salah satunya, melakukan peremajaan taksi agar tetap prima dan tidak cerewet mesinnya, sehingga pelayanan kepada penumpang menjadi lebih baik.
Disinggung soal jumlah armada taksinya yang beroperasi saat ini, ia mengatakan, sekitar 1.000 unit, baik yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai maupun di luar bandara.
Transportasi jenis kendaraan sewa yang tempat duduknya di bawah 7 buah seperti Suzuki APV dan Mazda tipe 2000 sebanyak 502 anggota. Sementara itu, salah seorang sopir taksi mengatakan, banyak rekan seprofesinya mengeluh karena tidak bisa memenuhi setoran akibat persaingan makin ketat saat ini.
Pendapatannya terdongkrak hanya pada momen-momen hari raya besar keagamaan dan libur panjang, yakni mencapai Rp 125.000 – Rp 150.000 per hari.
“Pada hari-hari biasa, rata-rata kami hanya bisa narik 3 kali rate per hari. Kondisi ini berbeda dengan keadaan penumpang pada musim libur panjang dan hari raya, yakni bisa mencapai 6 kali rate per hari,” ungkapnya. Disinggung mengenai tarif, kata dia, sesuai argo Rp 4.000 per km.
Adanya penarikan (recall) Honda Jazz di sebagian belahan dunia, kecuali di Indonesia masih hangat dibicarakan. Ini dikarenakan, kegagalan power window produksi Omron yang digunakan Honda Jazz dunia dan tidak digunakan pada Honda Jazz produksi Indonesia.
Meski demikian, Honda Indonesia justru menggunakan Omron untuk Honda City yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat. Karena itu, PT Honda Prospect Motor. sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Honda di Indonesia, berencana menarik Honda City sebanyak 3240 unit pada penjualan tahun 2007-2008 di seluruh Indonesia untuk diperbaiki mulai 1 Maret – 30 September 2010 mendatang.
Terhadap fenomena itu tak menyurutkan calon konsumen untuk membeli mobil baru. Ini menyebabkan penjualan masih tetap stabil hingga saat ini. Demikian dikatakan Sales Supervisor PT Dewata Motor, Selasa (9/ 2) kemarin.
“Penjualan rata-rata mencapai 42 unit per bulan dari berbagai varian, dengan rincian Honda All New Jazz sebanyak 25 unit, Honda Freed sebanyak 10 unit, Honda All New City sebanyak 4 unit, Honda Civic sebanyak 2 unit, sedangkan Honda Acord sebanyak 1 unit,” katanya.
Menurutnya, brand Honda yang sudah melekat, membuat calon konsumen maupun pelanggannya tidak bisa berpaling ke merek lainnya, sehingga produknya tetap diminati.
Ia memaparkan, hubungan listrik arus pendek di dalam komponen mobil di negara lain tersebut, dapat menyebabkan kerusakan pada power window atau membuat komponen tersebut meleleh dan mengeluarkan asap. Cacat power window ini terjadi pada kendaraan Honda Jazz maupun Fit produksi tahun 2002 sampai dengan 2008 yang menggunakan power window master switch yang diproduksi Omron di negara lain, sedangkan di Indonesia, Honda City perakitan 2007- 2008 yang menggunakan produk tersebut.
Ia menegaskan, tidak ada Jazz yang beredar di Indonesia. yang memiliki cacat power window seperti di sejumlah negara tersebut. Pasalnya, Jazz yang diproduksi di Indonesia menggunakan komponen power window master switch yang diproduksi oleh Toyo Denso, yang memiliki desain yang berbeda dengan produksi Omron. “Juga produk-produk terbaru kami tidak lagi menggunakan produk Omron, melainkan produk Toyo Denso,” ungkapnya.
Menurutnya, program penarikan untuk perbaikan ini merupakan kewajiban produsen untuk memastikan produk Honda yang sudah di tangan pelanggan sesuai dengan standar mutu. “Karena itu, kami selalu melakukan evaluasi terhadap tiap produk, sebagai bagian dari komitmen kami,” jelasnya.
Sementara itu, head dari sebuah Dealer Daihatsu di Denpasar, mengungkapkan, adanya recall pada merek lain, cukup menggeliatkan penjualannya. Apalagi dengan adanya program baru dalam kredit kepemilikan mobil di Bali berupa kredit impian Daihatsu.
“Program kredit impian ini kami luncurkan untuk memberikan lebih banyak pilihan dan kemudahan bagi pelanggan dalam memiliki kendaraan Daihatsu. Kami harapkan setidaknya ada penambahan 50 pelanggan dari 250 pelanggan per bulan di Bali saat ini untuk lebih mudah memiliki kendaraan Daihatsu,” katanya.
Adanya kenaikan biaya bea balik nama (BBN) kendaraan baru, yang rata-rata kenaikannya sebesar 10 persen tiap awal tahun, membuat harga mobil baru mengalami kenaikan sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta per unit.
Kondisi tersebut, secara langsung berpengaruh juga terhadap harga mobil bekas saat ini yang mengalami kenaikan rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta juga per unit.
Menurut salah seorang pebisnis mobil bekas di kawasan Jln. Gatot Subroto Denpasar, Jumat (5/2) kemarin, harga Daihatsu Xenia Li tahun 2005 pada Desember 2009 lalu sekitar Rp 96 juta, kini harganya menjadi Rp 97 juta hingga Rp 98 juta per unit, tergantung kondisi mobil.
Ia mengatakan, kendati mengalami kenaikan harga, pasar mobil bekas pada awal tahun ini tetap cerah, yakni mobil yang cenderung diminati konsumen saat ini adalah Toyota Innova, Avanza, Daihatsu Terios dan Daihatsu Xenia.
“Ketimbang beli mobil baru tapi harus inden, mereka akan memilih beli yang bekas saja. Faktor ini cukup menggairahkan pasar mobil bekas,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan salah seorang penyedia mobil bekas lainnya. “Harga mobil bekas saat ini cukup terpengaruh oleh adanya kenaikan BBN terhadap mobil keluaran terbaru yang rata-rata sebesar 10 persen,” ujarnya.
Namun, pasar mobil bekas sebelum dan setelah Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2010 lalu tetap cerah. Sebab, sebelum Nataru, karena banyak orang yang beli untuk pulang kampung, sedangkan pasca-Nataru, banyak mobil bekas yang dijual kembali. “Pertimbangannya adalah agar mudik ke kampung halaman menjadi nyaman dan tidak dipusingkan dengan pembengkakan biaya angkutan umum atau menyewa mobil,” ungkapnya.
Hal tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lebih besar ketimbang menyewa mobil. Ia menuturkan, banyak orang yang merayakan Nataru di kampung halaman. Daripada pulang kampung menggunakan kendaraan umum, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi atau carter. Masalahnya, barang bawaan sangat banyak. “Tapi, kalau carteran atau sewa biasanya lebih mahal daripada mereka harus membeli mobil bekas,” katanya.
Ia menegaskan, pulang kampung dengan menggunakan kendaraan pribadi, bisa lebih murah dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum maupun kendaraan sewa. “Kalau menyewa mobil satu hari Rp 500.000, maka dalam 10 hari sudah menjadi Rp 5 juta. Kalau ditambah waktu lagi, misalnya sampai sebulan, maka Rp 15 juta harus dikeluarkan hanya untuk sewa mobil belum termasuk bahan bakarnya,” katanya.
Ia menambahkan, jika yang bersangkutan memiliki sejumlah uang, mungkin ada baiknya kalau mereka membeli mobil bekas.
Pertimbangannya, beli mobil bekas dibandingkan dengan sewa kendaraan, selama 15 hari dan menjualnya kembali pasca-Nataru kira-kira 10 hari kemudian, biayanya jauh lebih murah. “Jika konsumen menjualnya kembali, mungkin hitungannya menyusut atau menghabiskan sekitar Rp 6-7 juta saja,” katanya.
Perasaan waswas tentu sempat menginggapi pemilik mobil Honda City ketika mengetahui kendaraannya bermasalah. Namun, kini
perasaan tersebut berangsur-angsur hilang setelah mengetahui Honda Prospect Motor (HPM) akan memberi kompensasi dengan mengganti komponen power window yang bermasalah itu.
Menurut seorang pemilik Honda City saat ditemui di sebuah bengkel resmi di kawasan Jalan Gatot Subroto Denpasar, rasa cemasnya sedikit berkurang saat mendengar rencana pemberian kompensasi tersebut. “Saya sedikit lega, karena pihak produsen mau bertanggung jawab atas kesalahan produknya. Namun, hams dipastikan juga setelah power widow diganti baru, kejadian semacam korsleting itu tidak terjadi lagi,” ujarnya, Kamis (4/2) kemarin.
Menurutnya, penggantian dengan suku cadang baru, juga bukan jaminan tidak akan ada masalah, sehingga perbaikan dan pengecekan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa komponen tersebut aman jauh lebih penting. “Pemberitaan yang mengatakan kalau pihak HPM mau bertanggung jawab dengan melakukan recall bagi pemilik Honda City itu bagus. Kami sebagai pemilik mobil tidak cemas lagi. Tapi, sebaiknya harus segera terealisasi sebelum kejadian kebakaran seperti di Irlandia dan Afrika Selatan tidak segera terulang di Tanah Air,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar. Ia mengaku, dengan adanya kepastian penarikan itu, rasa khawatir yang muncul beberapa hari terakhir sedikit mereda. “Untunglah akan diberikan kompensasi, sebab jika harus mengganti dengan uang sendiri harganya cukup mahal,” ujarnya.
Namun, dirinya mengaku selama ini Honda City 2008 miiknya tidak pernah terjadi masalah, khususnya dengan power window-nya. Namun, dengan adanya pemberitaan tentang peristiwa terbakarnya Honda Jazz di Afrika Selatan yang menewaskan seorang bayi dan rencana penarikan Honda City, ia pun merasa cemas. Namun, seteIah mengetahui HPM akan memberi kompensasi melalui diler resmi, Ia mengaku sedikit lega.
Honda Dewata Motor, main diler mobil Honda di Bali, belum mengetahui perihal penarikan mobil Honda Jazz atau juga dikenal sebagai Honda Fit di sejumlah negara.
‘’Hingga saat ini surat perintah penarikan Honda Jazz oleh distributor di Indonesia belum kami terima,” ujar Sales Supervisor PT Dewata Motor, di Jalan Imam Bonjol, Selasa (2/2) kemarin.
Pihaknya menjamin tidak akan ada penarikan Honda Jazz di Indonesia. Hal itu karena produksi mobil tidak terpusat di satu tempat. ‘’ Indonesia tidak akan terkena recall atau penarikan kembali karena produksinya di Indonesia dan suplayernya berbeda,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Honda Jazz yang dipakai di Indonesia diproduksi di dalam negeri dan tombol jendelanya diproduksi berbeda dari master yang diberikan Honda pusat.
Ia juga menekankan, penarikan produk akibat cacat produksi bukanlah suatu aib. ‘’Kita harus jujur. Recall itu bukan aib. Kejujuran itu sangat penting karena dampaknya bisa membahayakan konsumen,” jelasnya seraya menambahkan ada beberapa konsumen yang menanyakan hal tersebut ke diler.
Setelah diberikan penjelasan, beberapa konsumen memahami kondisi tersebut. Selain itu, kejadian di luar negeri tidak mempengaruhi penjualan Honda saat ini. Penjualannya kian meningkat, yakni sebelumnya rata-rata laku 35 unit per bulan, kini menjadi 42 unit per bulan dari semua varian Honda.
Menurutnya, cacat produksi selalu terjadi dalam setiap industri, termasuk otomotif. Maka itu, setiap produsen selalu memberikan garansi pada semua produk yang dihasilkan. Biasanya, dalam penarikan satu produk, produsen akan mengganti bagian atau onderdil yang bermasalah.
Seperti diketahui, Amerika Serikat sudah menyatakan resmi menarik sekitar 140.000 unit Honda Jazz atau Fit. Begitu juga dengan Inggris yang menyatakan akan menarik produk hatchbacks itu.
Penarikan ini salah satunya dipicu kejadian di Afrika Selatan yang terjadi pada September 2009. Peristiwa ini merenggut nyawa anak berumur dua tahun bernama Vanilla Nurse di Afrika Selatan. Vanilla sedang tidur saat mobil itu terbakar. Honda menyatakan, tombol jendela di mobil itu bisa mengakibatkan hubungan pendek dan menimbulkan api jika terkena air.
Penarikan (recall ) Honda Jazz di sebagian belahan dunia, kecuali Indonesia , masih hangat dibicarakan. Ini karena kegagalan power window produksi Omron yang digunakan mobil Honda Jazz dunia.
Namun Honda Indonesia justru menggunakan Omron untuk Honda City yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat. Karena itu, PT Honda Prospect Motor, sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Honda di Indonesia, berencana menarik Honda City 3.240 unit pada penjualan tahun 2007-2008 di seluruh Indonesia untuk diperbaiki mulai 1 Maret – 30 September 2010 mendatang.
Bagaimana dengan Bali ? Menurut Sales Supervisor PT Dewata Motor, Rabu (3/2) kemarin, data sementara, ada 480 unit Honda City akan ditarik untuk diperbaiki. “Data ini kami ambil dari penjualan di 4 diler Honda di Bali yang rata-rata 5 unit per bulan,” ujarnya.
Lanjutnya, All New Honda City yang diluncurkan di Indonesia pada November 2008 tidak termasuk dalam model yang terindentifikasi.
Katanya, program penarikan untuk perbaikan ini merupakan kewajiban produsen untuk memastikan produk Honda yang sudah di tangan pelanggan sesuai dengan standar mutu.
Dia mengimbau konsumen yang mobilnya akan ditarik tidak perlu khawatir dan dapat tetap menggunakan mobilnya seperti biasa. ‘’Mulai 1 Maret – 30 September 2010 mendatang, para pelanggan dapat datang ke bengkel resmi Honda, atau kami hubungi untuk melakukan perbaikan secara cuma-cuma dengan menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan yang sah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, hubungan listrik arus pendek di dalam komponen tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada power window atau membuat komponen tersebut meleleh dan mengeluarkan asap.
Sejumlah konsumen tidak khawatir terhadap rencana penarikan Honda City. Menurut seorang pemilik Honda City menyatakan, brand Honda yang sudah melekat, membuat kami tidak bisa berpaling ke merek lain.
Dia mengaku sempat was-was dengan adanya pemberitaan tersebut. Namun dengan adanya perbaikan atau penggantian komponen tersebut, rasa cemasnya sedikit berkurang.
Baginya, penggantian dengan suku cadang baru bukan jaminan tidak akan ada masalah. Perbaikan dan pengecekan untuk memastikan bahwa komponen tersebut aman jauh lebih penting.